FENOMENA “MONYET SURVEI”

Mungkin kita pernah menerima email dari seorang teman yang kira-kira bertuliskan seperti ini, “Dear friends, saya sedang menyelesaikan skripsi sebagai syarat kelulusan mendapatkan gelar sarjana komunikasi. Untuk itu saya membutuhkan informasi tentang kebiasaan teman-teman dalam mengkonsumsi media massa. Mohon menyediakan waktu untuk mengisi kuesioner melalui link ini  http://www.surveymonkey.com/s/3JXS6Z38 .”

Jika kita mengklik link tersebut maka kita akan masuk pada halaman berisi sejumlah pertanyaan. Ya, ini adalah sebuah kegiatan survei digital atau online yang difasilitasi oleh sebuah perusahaan swasta di Amerika, yaitu SurveyMonkey. Perusahaan ini didirikan oleh Ryan dan Chris Finley pada tahun 1999, lalu pada tahun 2008 mayoritas sahamnya dimiliki oleh Spectrum Equity Investors dan Bain Capital Ventures. Semenjak dipimpin oleh Goldberg sebagai CEO yang merupakan “alumni” Yahoo (wakil presiden musik Yahoo) user terdaftarnya mencapai 8.5 juta dengan omset tahunan sekitar US$ 35 juta, sebuah angka yang cukup fantastis!

SurveyMonkey merupakan contoh kapitalisasi instrumen penelitian, yaitu kuesioner, yang sukses. Model bisnisnya sangat sederhana, target marketnya adalah individu atau lembaga yang membutuhkan data dengan pengumpulan melalui metode survei. Revenue streams-nya berasal dari premium registered member berkisar US$ 17-65 per bulan. Premium member ini mendapat benefit tambahan berupa jumlah sampel mencapai 1000 responden, jumlah survei dan item pertanyaan yang tidak terbatas (dibandingkan basic member yang gratisan hanya mendapat jatah maksimal 100 responden serta jumlah survei dan item pertanyaan yang terbatas). Menurut majalah Fortune Indonesia edisi November 2011 hingga saat ini ada 33 juta survei yang dibuat oleh member SurveyMonkey direspon oleh orang-orang di hampir 200 negara.

Hanya saja harus diperhatikan bahwa SurveyMonkey tidak bertanggungjawab atas kualitas metodologi yang digunakan karena SurveyMonkey hanya menyediakan tools berupa angket dan analisis data secara deskripsi sederhana. Kualitas metodologi sepenuhnya ada pada user. SurveyMonkey tidak memvaladasi dan menjamin reliabilitas dari kuesioner serta tidak memberikan saran mengenai metode sampel yang harus digunakan. Sepertinya sebagian besar sampel menggunakan tehnik non random sampling yaitu purposive atau accidental sampling, karena user umumnya tidak memiliki kerangka sampel untuk dijadikan basis penarikan sampel secara random.

Namun sebagai alat untuk mengumpulkan informasi awal atau pelengkap sudah cukup memadai, tapi jangan digunakan untuk pengambilan keputusan strategis kecuali tehnik pengambilan sampelnya ditingkatkan menjadi random sampling.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s