TEHNIK SAMPLING, ANALISIS OPINI PUBLIK

Tidak lama lagi PILKADA DKI Jakarta akan digelar (8 Agustus 2007), bagi Anda yang ber KTP Jakarta dan bekerja di sektor formal berbahagialah! Karena Anda dihadiahi libur selama 1 hari oleh PEMDA DKI. Terlepas dari semua dinamika yang terjadi selama proses pesta demokrasi “rakyat” Jakarta ini, ada satu hal yang mungkin dinanti-nantikan oleh sebagian orang –mereka yang tidak sabar menunggu hasil PILKADA diumumkan secara resmi oleh KPUD DKI—yaitu “bocoran” hasil PILKADA yang selama ini populer dengan sebutan hasil perhitungan quick count. Istilah quick count mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita, istilah ini menaik popularitasnya pada saat pemilihan presiden tahun 2004 lalu, dimana sejumlah lembaga survei berlomba-lomba unjuk tingkat presisi dalam meramalkan hasil pemilu presiden tersebut. Bukan hanya meramalkan siapa kandidat yang menang tapi juga persentase suara yang diperoleh. Luar biasa memang, sebelum matahari beranjak ke peraduannya di ufuk barat kita sudah disodori hasilnya. Dan terbukti semua “ramalan” tersebut benar adanya, semua “meramal” bahwa pasangan SBY-JK keluar sebagai pemenang, variasi “ramalan” hanya terjadi pada persentase suara yang diperoleh. Dan sekali lagi luar biasa, hasilnya tidak meleset jauh dari persentase resmi yang dikeluarkan oleh KPU! Selisihnya rata-rata kurang dari 10%, miracle? No!, IT IS THE POWER OF SAMPLING!

Kekuatan sampling inilah yang coba dipaparkan oleh Sdr. Eriyanto dalam buku terbarunya, “TEHNIK SAMPLING, ANALISIS OPINI PUBLIK”, yang diterbitkan oleh LKIS Yogyakarta, cetakan I tahun 2007. Kembali Sdr. Eryanto menghasilkan sebuah magnum opus yang luar biasa. Sepengetahuan saya, berdasarkan koleksi yang saya miliki, buku ini adalah buku kedua beliau tentang panduan melakukan penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif, sebelumnya ada buku “METODOLOGI POLLING, MEMBERDAYAKAN SUARA RAKYAT, diterbitkan oleh Remaja Rosda Karya Bandung. Dua buku panduan penelitiaan lainnya yang menggunakan pendekatan kualitatif adalah “ANALISIS WACANA : PENGANTAR ANALISIS ISI MEDIA”, diterbitkan oleh LKIS Yogyakarta, dan “ANALISIS FRAMING : KONSTRUKSI, IDEOLOGI, DAN POLITIK MEDIA, yang juga diterbitkan oleh LKIS Yogyakarta.

Saya adalah salah seorang penggemar buku-buku karangan Sdr. Eriyanto. Komprehensif, dalam, detil, namun sangat enak dibaca, banjir contoh dalam konteks Indonesia. Unique Selling Proposition ini masih tetap mewarnai buku terbaru Sdr. Eryanto tersebut. Sebuah buku yang memaparkan tentang sampling dari teori hingga aplikasi praktisnya plus contoh-contoh yang sangat “indonesiawi”. Biasanya pembahasan tentang sampling dalam buku-buku metode penelitian dan statistik hanya mendapat porsi sekitar 10-20 halaman, namun di buku yang sangat segmented ini Anda akan dikenyangkan oleh 300an halaman khusus membahas 5W+1H ilmu penarikan sampling. Buku ini nyaris steril dari rumus statistik, Anda tidak perlu berpusing-pusing ria akibat ulah “oknum-oknum” rumus statistik yang bikin puyeng tujuh turunan, Anda bisa jadi ahli “persampelan” tanpa harus khatam “jurus-jurus” statistik tentang sampling. Seperti yang disarankan dalam buku ini, bahwa saat ini telah begitu banyak software yang mempermudah perhitungan statistik, sehingga Anda tidak perlu melakukannya secara manual, serahkanlah pada ahlinya (seperti salah satu slogan kandidat gubernur DKI, 😛 ).

Buku ini memang membahas sampling dalam konteks survei opini publik alias jajak pendapat, alias polling. Tapi sangat tidak menutup kemungkinan diaplikasikan pada bidang lain misalnya pemasaran, karena buku ini tetap disusun atas dasar teori sampling yang universal.

11 thoughts on “TEHNIK SAMPLING, ANALISIS OPINI PUBLIK

  1. Empat Buku yang disebutkan, karya Eriyanto: TEHNIK SAMPLING, ANALISIS OPINI PUBLIK” (LKIS Yogyakarta, 2007); METODOLOGI POLLING, MEMBERDAYAKAN SUARA RAKYAT (Remaja Rosda Karya Bandung); ANALISIS WACANA: PENGANTAR ANALISIS ISI MEDIA (LKIS Yogyakarta); serta ANALISIS FRAMING: KONSTRUKSI, IDEOLOGI, DAN POLITIK MEDIA (LKIS Yogyakarta) dimana bisa didapatkan. Kebetulan saya sedang menggerakan lembaga survey lokal di Gorontalo. Buku-buku itu sangat penting untuk membantu aktivitas saya tersebut. Mohon bantuannya dimana bisa mendapatkannya, terima kasih.

  2. Salam kenal Pak La Ode Aman,saya membeli buku-buku tersebut di toko buku Gramedia di Jakarta. Kalau di Jakarta sih lengkap, saya tidak tahu bagaimana di tempat Bapak. Apakah di Gorontalo sudah ada toko buku Gramedia? Kalau belum berarti paling dekat di Menado atau Makassar. Bapak mungkin bisa coba beli lewat toko buku online misalnya: http://www.bearbookstore.com mudah-mudahan koleksinya lengkap.

    Sukses ya Pak menggerakkan survey lokal di Gorontalo.

    Salam

  3. Salam kenal Mas Zebua,
    Menarik sekali membaca tulisan-tulisan anda. Ringkas dan padat. Saya agak tertarik dengan metode triangulasi yang anda sebut tidak perlu digunakan, karena hasilnya pasti akan gagal. Beberapa peneliti komunikasi asing cukup banyak menggunakan triagulasi dalam penelitiannya. Karya mereka menjadi acuan penelitian berikutnya. James Curran menggunakannya dalam meneliti editor resensi buku di Media Massa AS. Dengan triagulasi ada temuan-temuan yang tidak mungkin di dapat dari sekedar menganalisis teksnya.
    OK salam kenal, terus memberi pencerahan dan terima kasih

  4. Salam kenal Mas Surtiawan.

    Senang mendapat teman baru. Terima kasih atas apresiasinya. Mmm, maaf saya agak bingung ditulisan mana saya mengatakan “metode triangulasi tidak perlu di gunakan, karena hasilnya pasti gagal”. Dugaan saya sih di tulisan yang berjudul “10 tips jitu hasilkan riset rendah mutu”.

    Tulisan tersebut sebenarnya mengambil angle “negatif” tapi penjelasannya “positif”, justru saya menekankan bahwa prinsip triangulasi itu penting, meski dia lahir dari kualitatif tapi tetap bisa diterapkan pada metode kuantitatif, khususnya triangulasi metode.

    Salam

  5. saya tertarik dengan masalah teknik sampling tersebut, termasuk metode quick acount. Mohon info, adakah buku yang khusus membahas quick acount selain buku tersebut.
    salam

  6. Halo Mbak Susi. Sejauh pencarian saya selama ini (saya termasuk orang yang cukup rajin ke toko buku, hampir setiap minggu) belum ada buku quick count yang dijual bebas. Ada buku yang membahas quick count dalam bahasa Indonesia diterbitkan oleh Lingkaran Survei Indonesia, namun sayang tidak untuk diperjualbelikan. Mbak Susi bisa membaca sinopsisnya di http://www.lsi.co.id/artikel.php?id=45 atau mungkin menghubungi LSI secara langsung.

    Semoga bermanfaat

  7. Salam kenal kawan-kawan pembaca buku teknik sampling. saya adalah salah satu dari sekian ribu orang mungkin yang telah membaca buku tersebut. beberapa waktu lalu kami memmedah kecil-kecilan bersama temen-temen di Kebumen Jateng. secara umum kawan-kawan tertarik dan merasa haus untuk memperdalam buku tersebut. sebagai tindak lanjutnya kami ingin sekali menghadirkan mas Eriyanto untuk memberi kursus kepada temen-temen Kebumen yang kebanyakan sedang semangat-semangatnya melakukan studi. tapi adakah kawan-kawan tahu no contact mas eriyanto atau alamat emailnya. atau jangan-jangan Zebua itu orangnya yang saya cari. kalau memang benar, kami berharap tawaran kami bisa diterima. so, pengetahuan yang ditawarkan dalam buku tersebut bisa tertransformasikan dengan metode lain selain kami membeli dan membacanya.
    Oh ya rekam kegiatan yang kami maksud tadi dapat disimak pada http://bumiroma.wordpress.com

  8. Halo bung Borni,

    Saya sangat salut dengan semangat belajar teman-teman. Saya tidak punya no kontak mas Eriyanto, tapi no kontak lembaganya, LSI, dimana beliau menjabat sebagai direktur riset ada. Bisa coba di kontak di : 021-4514701 atau email di : info@lsi.co.id

    Salam!

  9. Terima kasih mas eriyanto,buku nya sudah saya baca dan banyak sekali manfaatkan yang kami dapatkan untuk melakukan penelitian sosial/opini publik.
    Oya mas eri saya mencari buku2 nya mas eriyanto tapi sangat sulit mendapatkannya,kalo ada informasinya saya tunggu.
    Salam dan doa saya.
    Iman Subasman/085224806999

  10. halo mas…saya mau nanya negh…saya kan habis baca bukunya eriyanto yg anda maksud..tp saya kok tidak menemukan rumus penarikan sampling yagh…rasanya membingungkan semua…saya pakai accidental sampling dan disitu tidak dijelaskan saya pake rumus apa untuk mendaptkan jumlah sampel yang harus saya ambil dari populasi…makasih…mungkin anda bisa beri saya masukan tentang rumus apa yang seharusnya saya pakai…terimakasih, selain rumus Yamane….

    ventri/mahasiswa petra Surabaya

  11. Halo Ventri,

    Kalau pendapat saya pribadi bukunya Pak Eriyanto itu bagus banget untuk mempelajari perihal sampel secara konseptual, dan memang kamu ngga bakalan menemukan banyak rumus, karena buku itu bukan buku ajar statistika. Jadi semacam bacaan populer tentang sampling lah…

    Kembali ke pertanyaanmu soal rumus apa yang bisa digunakan untuk tehnik penarikan sampel yang kamu pakai, accidental sampling, memang tidak ada rumus yang digunakan, karena kamu memakai pendekatan sampling non probabilita. Jika tehnik yang kamu gunakan adalah sampling probabilita maka rumus jumlah sampel dapat digunakan karena harus ditetapkan asumsi soal error of estimate dan level of confidence yang memang hanya berlaku pada penarikan sampel probabilita.

    Demikian, semoga membantu. Oh ya, kalau masih kurang jelas coba masuk ke blog teman maya saya di http://www.suhermin.blogspot.com, beliau ini jago statistika

    Salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s