DASAR-DASAR POLLING (Bagian 2)

Berikut saya membagikan tahap-tahap yang umumnya dilakukan dalam suatu kegiatan polling ilmiah adalah :

  • Menentukan tujuan polling (misalnya, mengetahui pendapat mahasiswa PTN terhadap perubahan status PTN menjadi BHMN)
  • Mendefenisikan populasi sasaran berdasarkan tujuan polling (misalnya, mahasiswa UI yang masih aktif menjalankan kuliah pada saat polling dilakukan)
  • Menentukan tehnik penarikan sampel (misalnya, multistage stratified random sampling)
  • Menyusun kerangka sampel (misalnya, daftar nama mahasiswa UI yang masih aktif dari sub bagian administrasi masing-masing fakultas)
  • Membuat instrumen pengumpulan data (menyusun pertanyaan-pertanyaan)
  • Menentukan waktu pengumpulan data
  • Menentukan tehnik pengumpulan data (misalnya, wawancara langsung)
  • Pengolahan dan analisi data. Suatu polling akan mudah dilaksanakan apabila cakupan hasil polling tidak terlalu luas.

Perlu diperhatikan bahwa hasil polling dapat disalahgunakan oleh kelompok atau individu tertentu untuk kepentingan mereka sendiri, maka kita harus mampu menelaah berbagai hasil polling secara hati-hati dan kritis. Untuk mengkritisi suatu hasil polling, dapat dilakukan dengan cara mengajukan pertanyaan terhadap suatu hasil polling yang biasanya telah dipublikasikan pada media massa tertentu. Beberapa pertanyaan yang dapat diajukan adalah sebagai berikut :

  • Siapa yang melakukan polling (lembaga/instusi independen, profesional atau pemerintah), apakah lembaga tersebut memiliki kredibilitas dalam melakukan polling?
  • Dari mana sumber dana untuk melakukan polling?
  • Berapa jumlah responden (n) yang dilibatkan dalam polling?
  • Apa tehnik sampling yang digunakan?
  • Bagaimana cara menyusun kerangka sampelnya?
  • Bagaimana tehnik pengumpulan data yang digunakan?
  • Apa rumusan populasi sasarannya?
  • Kapan waktu pelaksanaan polling?
  • Apa saja pertanyaan yang diajukan kepada responden?
  • Berapa tingkat signifikansi dan besaran sampling error yang digunakan?
  • Apa faktor-faktor non sampling error yang dapat mempengaruhi hasil polling?

Pertanyaan-pertanyaan di atas dapat membantu kita untuk mengkritisi suatu hasil polling, sehingga kita dapat memperkirakan seberapa tingkat validitas dan keberlakuannya.

Jadi, suatu polling dapat dikatakan ilmiah, apabila pada hasil polling tersebut dicantumkan jumlah sampel, rumusan populasi sasaran, tehnik penarikan sampel, besarnya sampling error dan bentuk-bentuk pertanyaan yang diajukan kepada responden.

Apa yang dipikirkan oleh rakyat itu barulah disebut dan baru menjadi pendapat umum kalau ia telah diekspresikan dan diungkapkan

(Leonard W. Dodo)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s